Berita

Kebutuhan Putar Balik

Memutar balik atau U-turn memang sudah menjadi kebutuhan orang di jalan raya. Karena pada dasarnya, tidak setiap lajur jalan mempunyai dua lajur kiri-kanan yang lepas tanpa jalur hijau ditengahnya dimana kita bisa bebas memutar balik saat jalanan sepi. Apalagi bila ada jalur hijau pun tidak setiap tujuan kita berada pas di tikungan tempat seseorang bisa berpindah lajur tersebut.

Namun memang ada aturan tersendiri di setiap jalan ketika kita mau mengadakan putar balik ini dan tak boleh sembarangan. Yakni ketika ada rambu putar balik, atau bundaran di jalan yang dikhususkan untuk putar balik atau berganti arah (karena biasanya ada beberapa percabangan jalan yang terpusat pada bundaran itu). Tapi ternyata Rental Sewa Mobil Per-12 Jam di Surabaya mendapati lho... di beberapa tempat ada kondisi khusus yang memperbolehkan kita memutar-balik meski ada tanda dilarang putar balik. 

Eh, jangan salah sangka Sewa Rental Mobil Livina di Surabaya melanggar peraturan dulu, karena hal ini juga berlaku sebaliknya: terkadang kita juga dilarang putar balik meski ada rambu U-turn di bagian jalan tertentu... karena yang melakukan rekayasa lalin seperti ini biasanya adalah pihak kepolisian bekerja sama dengan dishub. Dan kondisi yang bisa membuat perubahan ini antara lain:
1. Adanya pengaturan arus lalin oleh pihak kepolisian. Jika yang mengatur pihak kepolisian atau DLLAJR (Dishub), maka setidaknya mereka telah memantau jalan. Terkadang ada memang kondisi dimana ini bisa terjadi. Misalnya ada keramaian massa yang tidak memungkinkan kita mendekat atau ada acara tertentu di kejauhan.
2. Ada kecelakaan, genangan banjir, bencana alam, tiang listrik atau pohon tumbang yang melintang jalan. Pohon yang biasa terdapat di kanan-kiri jalan cenderung besar dari segi ukuran, dan harus ditangani oleh dinas pertamanan kota. Jika lama tidak ditangani oleh yang berkepentingan, maka seharusnya kita diperbolehkan berputar-balik ketimbang terhenti dan menimbulkan kepadatan.
3. Ada kemacetan yang panjang dan akan lama terurai.
Namun beberapa hal ini pun hanya berlaku di ruas-ruas tertentu dan melihat situasi sekeliling. Biasanya ada petugas yang mengatur lalin untuk kejadian semacam ini, tetapi bila petugas yang ditunggu tak ada di tempat kejadian maka terkadang ada swadaya masyarakat sekitar (biasanya satpam atau warga) yang sukarela membantu. Dan tak jarang juga Rental Sewa Honda Mobilio di Surabaya melihat kernet yang membantu pengemudi untuk melakukan putar balik.

Namun Sewa Rental Mobil Innova Reborn di Surabaya sadar bahwa ada jalan-jalan yang dibuat (atau diubah menjadi) satu lajur tanpa adanya lajur yang berlawanan sehingga kita harus berputar jauh minimal satu blok dan tak bisa berputar-balik begitu saja demi menuju jalan yang kita inginkan. Hanya, Rental Sewa Mobil Avanza di Surabaya menemukan satu video yang mungkin tidak bisa ditiru: https://www.facebook.com/JukinVideo/videos/1603859046369026/. Video tersebut berisi tentang sebuah mobil yang 'bablas' dari sebuah jalan layang (kemungkinan jalan tol), mungkin karena tidak konsentrasi atau lupa saat akan berbelok untuk keluar jalur. Pastinya, ada sisi keamanan yang terabaikan saat kita berjalan mundur pada sebuah lajur yang sepi seperti pada video tersebut meski banyak pengguna mobil mengetahui isyarat lampu mundur. Karena banyak pengemudi akan cenderung memacu kendaraannya pada kecepatan tinggi, meskipun orang masih berkewajiban menjaga jarak.

Beberapa waktu lalu Sewa Rental Mobil Perhari di Surabaya menemukan satu foto soal bus yang mogok saat hendak memutar balik di bawah jembatan tol Bunderan Waru: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1461544857192053&set=o.227268729878&type=3. Jalur tersebut memang menjadi 'langganan' bus antar-kota yang akan kembali ke Terminal Purabaya bila dari arah luar kota setelah keluar dari tol. Sementara bila tidak melewati tol mungkin bisa langsung melintas persimpangan Medaeng. Dari pihak pengendara bus sendiri mestinya memasang marka segitiga pengaman sebagai pemberitahuan ada masalah yang menimpa kendaraannya. Meskipun banyak kendaraan akan mengurangi kecepatan saat berada di dekat jalur putar balik tersebut, namun posisinya yang sedikit tersembunyi agaknya dapat membuat orang telat bereaksi.
Satu hal yang bijaksana adalah bila kita terlewat satu kesempatan untuk berputar balik maka kita harus jalan terus untuk mencari jalan berputar balik. Terkadang pilihan yang muncul dalam jarak dekat adalah berbelok menuju jalan lain di persimpangan lalu melakukan putar balik di situ ketimbang menyusuri jalanan yang sama karena biasanya akan lebih jauh. 
Sebagai catatan, di Indonesia sendiri adalah menganut lajur kiri dalam berkendara (meskipun ada beberapa jalan dengan lajur kanan seperti Praban atau jalan tepat di depan Tugu Pahlawan Surabaya). Jadi agaknya kita akan jarang melakukan putar balik ke arah kiri seperti pada tautan berikut: https://www.otosia.com/berita/inilah-sebabnya-anda-harus-berhati-hati-saat-putar-balik.html. Namun jika ada, mungkin kita diharuskan lebih berhati-hati dan menyalakan sein saat berpindah lajur termasuk kala belok ke kiri supaya dapat terbaca oleh pengendara di belakang kita.

Dan, jangan sampai kita memutar jalan seperti referensi Rental Sewa Mobil di Surabaya Barat berikut ini: https://www.facebook.com/SpeedShed/videos/1492612130749084/, karena imbasnya akan besar. Pada video tersebut tak terlihat adanya polisi jalan tol atau jalan raya di setengah video awal meskipun beberapa dari kita mungkin akan segera menghubungi pihak berwajib karena adanya hal yang membahayakan.
Di sisi lain, sangat jarang sebuah mobil dilengkapi dengan 'kemudi' penggerakan roda di beberapa tangkai rodanya sekaligus (biasanya hanya depan saja). Jadi mobil yang seperti pada artikel berikut ini akan mengurangi radius putar jika akan berputar-balik karena biasanya truk yang panjang membutuhkan ruang yang besar juga untuk sekadar memutar balik: http://fastnlow.net/teknologi-ban-belakang-yang-bisa-berbelok-ferrari-porsche/

Tautan terakhir dari artikel Sewa Rental Pickup Grand Max di Surabaya berikut mungkin bukan termasuk 'putar balik', tetapi jalan dengan tikungan tajam 180 derajat yang berhubungan dengan referensi sebelumnya: https://www.otosia.com/berita/aksi-keren-sopir-bus-dan-truk-taklukkan-tanjakan-ekstrem-sitinjau-lauik.html. Tak berbeda dengan di daerah Sumatera Utara, di Jawa Timur pun sepertinya ada jalan seperti ini terutama di daerah pegunungan. Jadi, setelah melihat bagaimana kesulitan para profesional bersama kendaraannya tadi hendaknya kita bisa mengantisipasi hati-hati di jalan.
 
 
***
Keterangan gambar: rambu putar balik (paling kanan) yang biasa terdapat di negara dengan lajur kanan, berbeda dengan di Indonesia yang arahnya menuju balik kanan disebabkan menggunakan sistem lajur kiri. sumber: pixabay/qpte89