Berita

Mencari Jalan Tikus

Jalan tikus adalah semacam jalan tembus kecil berupa lorong kecil dengan lingkungan tidak ramai atau bisa juga bukan seperti 'jalan umum' yang hanya bisa dimasuki oleh sepeda motor atau orang misalnya. Pengertian selengkapnya mungkin bisa melihat wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_tikus. Namun di banyak tempat termasuk di sekitar Sewa Rental Honda Mobilio di Surabaya, jalan tikus ini ada dan bisa disusuri keberadaannya (dan pastinya dapat mengarah ke jalan besar). 

Misalnya di daerah Citraland dimana Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya berkantor; salah satu contohnya adalah 'jalan setapak' di sebelah Rumah Makan Padang Sederhana yang menghubungkan jalan Niaga Gapura (G-walk) dengan jalan Taman Internasional. Jalan tikus ini sekarang tidak ada lagi dan diganti dengan jalan lebar permanen yang menghubungkan keduanya, tetapi keberadaannya dulu sangat bermanfaat bagi warga sekitar untuk berkendara (meskipun hanya dapat dimasuki sepeda motor) ke daerah lain lebih cepat ketimbang harus berputar lewat 'jalan resmi' beraspal.
Satu contoh di daerah lain, ada jalan motor yang bisa disusuri dari beberapa jalan besar seperti yang ditemukan Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya berikut: https://tinyurl.com/yad6746l atau https://tinyurl.com/yatcyer6. Jalan-jalan mungil tadi mengarah ke luar lingkungan Berbek Industri yang bisa menjadi jalan tembus karyawan ke lingkungan kerjanya.

Untuk jalan tikus yang lebih lebar, 'yang terkenal' di sekitar kantor Rental Sewa Mobil Xpander di Surabaya mungkin ada di daerah antara jalan Raya Pradah Indah (dari jalan Lontar Surabaya terus ke arah Timur, lalu berbelok ke kiri/utara) dengan jalan Simpang Darmo Permai Selatan XV Surabaya: https://tinyurl.com/yba66dvm. Saat sore menjelang, kawasan jalan Pradah Indah ini menjadi salah satu daerah macet yang patut diwaspadai disebabkan lalin dari perumahan kawasan Darmo Permai Selatan dan jalan Lontar yang cukup padat. Apalagi ditambah dengan beberapa tempat yang menjadi tujuan beberapa orang dan pemilik kendaraan serta penduduk setempat sehingga parkir pinggir jalan pun cukup membuat antrian yang cukup menyita waktu. Jika tidak sabar, kadang orang akan memilih berputar keluar melewati jalan Bukit Darmo Boulevard ketimbang melewati jalan tadi meskipun tempat yang dituju adalah sekitaran Simpang Darmo Permai tadi.

Tak jauh dari sana, Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya mendapati beberapa warga perumahan Pakuwon Indah (perumahan sebelah timur Citraland Surabaya) pun diketahui juga menggunakan 'jalan tikus' dari dekat jembatan di atas Ritz Golf Residence menuju ke jalan Lontar (harap dibedakan dengan jalan Raya Lontar) yang tembus dengan Puskesmas Lontar di sebelah utara dan Rumah Sakit Orthopedi di sebelah selatan. Jalan tikus ini hanya dibuka pada jam-jam tertentu dan ada sebuah posko beserta seorang penjaga (satpam) disitu. Sebagian dari jalan Lontar ini sendiri adalah tempat pembuangan sampah selain tempat yang 'ditelantarkan' disebabkan hanya ada beberapa titik tempat tinggal dan milik instansi disana, jadi lumayan lengang meskipun siang hari; selebihnya yang dilihat Rental Sewa Mobil Perhari di Surabaya adalah lebih mirip dengan jalan pembelah antara Citraland dan Pakuwon Indah. Saat keluar dari 'jalan tikus' dekat jembatan tadi, warga Pakuwon Indah memang mengarah langsung ke dekat daerah pembuangan sampah di sana, sedangkan Citraland sendiri tak mempunyai 'jalan tikus' ke jalan Lontar ini.

Di beberapa lokasi daerah sungai Surabaya juga diketahui mempunyai lorong kecil yang mengarah ke jasa 'perahu tambang' (memang pengoperasiannya melalui tali tambang yang ditarik manual bertenaga manusia) yakni perahu yang menyeberangkan pejalan kaki dan pengendara motor di daerah tanpa jembatan tersebut. Yang diketahui Sewa Rental Mobil Plus Sopir di Surabaya misalnya perahu tambang di kali antara jalan Dinoyo ke arah Kalibokor dan ada beberapa lagi di sebelah utaranya. Entah bagaimana lagi kelanjutan usaha seperti ini, yang jelas pada tampilan Google Street view per Maret 2018 pun waktu dicek keberadaannya masih ada.

Di sisi lain, Rental Sewa Mobil Per-12 Jam di Surabaya melihat bahwa terkadang pengendara hanya bergantung dari peta daring yang dibuat hanya berupa pantauan dari satelit (GPS) dengan pandangan terbatas. Sedangkan yang ada di kehidupan nyata, banyak orang menyalah-artikan adanya 'jalan' di peta ini sebagai jalan yang biasa dilalui, karena lebar jalan pada peta daring tersebut relatif serupa, sedangkan lebar jalan di kehidupan nyata lebih bervariasi (Penulis menyarankan mengklik tautan peta yang disertakan di paragraf sebelumnya).
Hanya, yang mengherankan Sewa Rental Mobil Innova di Surabaya kemudian adalah kemungkinan pengguna tadi kurang memahami perangkatnya terlebih dulu berdasar artikel berikut: https://phinemo.com/kalibrasi-google-mapsmu-sekarang-juga-biar-nggak-nyasar-lagi-waktu-traveling/. Sementara satunya merekomendasikan pengkalibrasian, lainnya lebih merekomendasikan update (mengunduh) peta GPSnya: https://www.viva.co.id/digital/930019-ternyata-ini-penyebab-gps-bikin-nyasar-pemudik. Bila kendaraan Anda menggunakan GPS aktif, mungkin inilah salah satu kemungkinan penyebab mengapa kita bermasalah dengan GPS tersebut. Namun saat ini ada aplikasi GPS juga pada ponsel pintar dimana meskipun bukan pengendara/sopir yang memantau langsung, mungkin ada juga pendamping (atau kenek/kernet bila di angkutan umum) yang dapat melihat atau memantau secara berkala.

Kembali ke tema, terkadang ada orang yang mengartikan 'jalan pintas' sebagai 'jalan tikus', padahal jalan pintas sendiri biasanya lebih mengarah kepada jalan yang cukup lapang untuk mobil lajur arah tetapi memang memotong jarak tempuh ke suatu tempat. Misalnya, Rental Sewa Pickup Grand Max di Surabaya melihat di daerah Batu ada jalan bernama Rajek Wesi yang cukup curam (bahkan ada peringatan polisi dimana kendaraan yang kurang fit dilarang lewat jalan tersebut). Meskipun demikian, jalan tersebut memang cukup banyak memotong jarak ketimbang melewati kawasan Payung untuk ke Batu.
Jalan pintas lainnya yang diketahui Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat, mungkin adalah jalur alternatif menuju ke Pare-Kediri melewati Jombang (jl Raya Mojoagung-Mojowarno) atau belok kiri pas Tugu Bambu Runcing. Dari sini lebih mirip menyusuri jalan kecil ketimbang 'berputar' jauh ke tengah Kota Jombang sesuai jalur bus umum Surabaya-Trenggalek. Kemungkinan besar kita mengetahui jalan pintas di sekitar kita sesuai dengan lokasi tinggal masing-masing.

Memang jalan tikus lumayan menyingkat jarak antara dua titik tujuan. Apalagi tak setiap pengguna jalan juga orang yang memanfaatkannya sehingga dapat mengurangi kepadatan/kemacetan di sana. Namun bagi mereka yang menggunakannya, tentu amat terbantu meski mereka pastinya juga harus bertoleransi pada kekurangannya.
 
 
 
 
***
Keterangan gambar: Sebuah 'jalan tikus' yang mungkin pas untuk ukuran mobil, namun bisa jadi malah dihindari pemilik mobil disebabkan cabang pepohonan yang dapat menggores bodi. Sumber: commons.wikimedia.org/Wikinade