Telp
Whatsapp

Berita

Bemo dan Angguna di Surabaya (I)

Pernah melihat kendaraan bajaj atau angguna? Bila belum, mungkin Anda perlu berkunjung ke museum Surabaya dimana keduanya ada dalam daftar barang yang dipajang: https://www.jejakpiknik.com/museum-surabaya/.
Bemo atau bajaj serta Angguna sendiri pernah diketahui banyak melanglang Surabaya di masa lalu, berjasa dalam dunia transportasi dan mengantarkan banyak orang menuju ke tempat tujuannya masing-masing.  Sewa Rental Mobil Livina di Surabaya melihat bajaj atau bemo ini sudah habis ditelan masa disebabkan dialihkan ke model angkot/mikrolet: http://repository.unair.ac.id/27673/. Dan pengertian istilah 'bemo' ini pun bergeser ke moda angkot atau mikrolet, padahal sejatinya lain secara bentuk fisik. 

Hanya, mungkin remaja milenial kurang mengetahui perbedaan fungsi beberapa angkutan umum ini. Jika bemo merupakan kendaraan umum yang mempunyai sistem 'berbagi tumpangan' saat melintas rute tertentu, maka angguna serta bajaj merupakan kendaraan dengan sistem 'tumpangan pribadi' yang hanya menyasar satu orang atau satu keluarga. Meski demikian diketahui ketiga jenis kendaraan tadi juga bisa dicarter atau dipesan-sewa seperti Rental Sewa Honda Mobilio di Surabaya dengan jarak dekat (seringnya satu kota atau dalam kota) pada saat-saat tertentu. 
Namun pengguna layanan sewa ini pun terbatas, mungkin tetangga sendiri atau orang satu lingkungan atau seseorang yang bertemu di pangkalan dimana masing-masing kendaraan tadi ngetem atau saat pemberhentian. Secara penampilan baik eksterior maupun kabin, armada Sewa Rental Mobil Xpander di Surabaya lebih ke arah kendaraan pribadi ketimbang beberapa armada carteran tadi meskipun pada satu titik ini mempunyai kesamaan fungsi; walaupun bemo (atau mikrolet penggantinya) mempunyai kapasitas penumpang yang lebih banyak. Sementara pada armada Rental Sewa Mobil Avanza di Surabaya semuanya menghadap ke arah depan, dan saat kendaraan berhenti operasi pun tidak ditujukan untuk menarik/memuat penumpang umum seperti taksi berbasis aplikasi.

Kembali ke tema, ternyata sejarah 'bemo' ini berasal dari jepang yang tujuan awalnya difungsikan untuk membawa barang bukan manusia (penumpang): https://bit.ly/2RdBPRd. Selain 'bemo' ini, Indonesia juga sempat mengenal 'helicak' yang merupakan gabungan antara 'becak' dan 'helikopter': https://id.wikibooks.org/wiki/Profil_Becak_di_Indonesia/Helicak. Dari paparan pada artikel tersebut, faktor keamanan menjadi salah satu hal yang menyebabkan peredaran dan operasinya dihentikan. Namun diketahui juga ternyata Surabaya menjadi salah satu kota dimana helicak ini pernah uji coba beroperasi.
Sementara di India sebagai produsen bajaj juga cukup populer meskipun tentu masih ada kendaraan umum lainnya. Sebuah merek transportasi aplikasi bahkan diberitakan tidak sanggup bersaing dengan layanan bajaj daring lokal: http://otomotif.liputan6.com/read/2385803/baru-8-bulan-uber-hentikan-bajaj-online-kenapa. Jadi Sewa Rental Mobil Innova di Surabaya juga berpikir tentang operator lokal yang lebih memahami bagaimana pasar dan kondisi setempat.

Beberapa tahun lalu Rental Sewa Pickup GranMax di Surabaya menemui gagasan akan kemunculan lagi kendaraan rakyat seperti 'bemo' ini, meski kelanjutannya pun tidak diketahui lagi: https://news.okezone.com/read/2010/01/04/340/290737/surabaya-ingin-kembali-hidupkan-bemo. Sedangkan yang diketahui baru-baru ini di Surabaya malah muncul bus Suroboyo dengan tampilan serta fisik yang lebih modern. Sementara keberadaan Angguna sendiri juga sesekali terlihat melanglang jalan hingga saat ini meski dengan jumlah yang sangat minim: https://www.lensaindonesia.com/2014/09/11/kalah-bersaing-angguna-surabaya-kini-cuma-tersisa-10-unit.html). Dari penelusuran Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya pada mesin pencari internet, koperasinya kini telah tutup permanen. Sementara Rental Sewa Mobil di Surabaya Barat melihat banyak dari populasi Angguna hanya dimiliki oleh pemilik perseorangan: http://hurek.blogspot.com/2016/04/angguna-mencoba-bertahan.html yang entah apakah akan diremajakan juga nantinya oleh pemilik dan digantikan moda yang lebih baru, apalagi pendapatan yang semakin tergerus pemilik kendaraan pribadi dan transportasi umum berbasis aplikasi. Banyak pengendara serta pemilik pun memilih menjual dan beralih moda lain yang lebih menguntungkan saat ini. Misalnya motor dengan kesempatan untuk layanan ojek daring seperti yang terlihat mengular pada tautan berikut: https://bit.ly/2T5QcV2.

Di masa lalu, di Surabaya armada 'Bajaj' atau bemo serta Angguna ini pernah menjamur. Bajaj ini merupakan angkutan bebas, sama seperti Angguna yang tidak terikat dengan trayek atau rute tertentu. Bisa dibilang, keduanya bukan termasuk kompetitor Sewa Rental Mobil Perhari di Surabaya di dalam kota meskipun ada kemiripannya; disebabkan berbeda secara operasional serta pangsa pasar. Apalagi jika dibandingkan dengan taksi atau ojek aplikasi. 
Soal kemiripannya, Rental Sewa Mobil Per-12 Jam di Surabaya melihat fakta bahwa keduanya tidak menggunakan argometer sebagai parameter harga (yang biasanya ditentukan per sekian kilometer) namun ada harga yang disepakati di depan. Meski demikian, sebuah angkot jika diketahui dicarter (disewa secara rombongan, yang biasanya perhari atau dalam rentang waktu tertentu) juga termasuk 'kompetitor jauh' Sewa Rental Mobil Plus Sopir di Surabaya juga walaupun secara mendasar memang menyasar pasar yang berbeda.
  
Angguna dan bajaj yang eksis di masa lalu juga dapat dicarter (dipesan pada hari tertentu) selain yang mereka lakukan dalam keseharian mangkal/ngetem atau berkeliling mencari penumpang, sama seperti angkot sekarang; hanya jika angkot ini berkelilingnya pun harus di rutenya agar tidak terlibat bentrok dengan rute angkot lainnya. Perbedaannya dari jasa persewaan mobil adalah, plat nomor/TNKB yang digunakan berwarna kuning (yang merupakan tanda angkutan umum) sedangkan rental mobil menggunakan TNKB warna hitam.

 
 
 
***
Keterangan gambar:  Bemo yang telah beralih fungsi menjadi kereta kelinci. Sumber: commons.wikimedia.org/Bkusmono.